You are here: Home Artikel

Artikel Batik

Kereta Api Berbatik

E-mail Print PDF

Kereta Api Berbatik

Ada banyak cara untuk mengapresiasi batik. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pun tak mau ketinggalan untuk ikut mempromosikan batik.

Perusahaan milik negara yang menjadi operator sepur ini menghiasi gerbong kereta api Parahyangan dengan motif batik. Kepala Humas PT KAI Daops II Bambang S Prayitno mengatakan, pemasangan stiker batik di gerbong kereta merupakan salah satu bentuk apresiasi pihaknya terhadap kesenian batik. Apalagi saat ini batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan asli Indonesia.

Selain itu, dia berharap kereta yang dihiasi batik itu dapat menjaring lebih banyak penumpang. Rencananya, kata dia, kereta tersebut akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (Muri).

Last Updated ( Sunday, 13 February 2011 07:59 )
 

Jemaah Haji Berseragam Batik Mulai Tahun Ini

E-mail Print PDF

batik haji

Pada musim haji tahun ini seluruh jemaah haji Indonesia, baik jemaah reguler maupun haji khusus, harus memakai seragam batik haji yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Seragam batik haji ini gunanya sebagai identitas masyarakat Indonesia, dan memudahkan koordinasi jemaah haji kita di Tanah Suci," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, usai peluncuran motif dan warna seragam jemaah haji Indonesia tadi malam di Jakarta.

Menurut Menag, untuk tahun ini juga, pemerintah mengeluarkan kebijakan seragam batik bagi jemaah haji. Ini merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan ciri khas jemaah haji dalam semangat Islami yang mencerminkan identitas nasional.

"Motif dan warna batik seragam jemaah haji ini dipilih berdasarkan pemenang lomba yang diadakan oleh Kementerian Agama, dengan juri beberapa desainer dan orang yang ahli di bidangnya," tambah Suryadharma.

Batik yang dipilih sebagai seragam jemaah haji ini, adalah hasil kreasi rancangan dari Tatik Firdaus, owner CV Firdaus Batik dari Kebun Jeruk, Jakarta. Perusahaan batik UKM ini menang setelah melalui proses penjurian dan terpilih dari 15 peserta UKM lainnya.

Hak cipta kreasi rancangan batik tersebut diserahkan kepada pemerintah, dan sebagai kompensasi Tatik memperoleh dana sebesar Rp150 juta dari Kementeri Agama. Selanjutnya motif dan warna batik jemaah haji Indonesia bisa diperbanyak oleh UKM lainnya, dan dijual kepada calon jemaah.

Seragam batik berwarna hijau dengan aksen ungu ini, menampilkan motif bunga dari pulau-pulau besar yang ada di Indonesia. Desainnya menggambarkan tentang bersatunya kebudayaan Indonesia, yang walaupun berbeda suku dan adat, tapi masih dalam satu kesatuan Republik Indonesia.

Motifnya menampilkan ornamen-ornamen pulau besar yang ada di Indonesia. Seperti bunga rafflesia dari Sumatera, perisai dari Kalimantan, lereng atau parang dari Jawa, dan tanaman rambat dari Indonesia Bagian Timur. Gabungan dari keseluruhan ornamen tersebut, merupakan perwujudan dari perwakilan budaya lokal Indonesia yang telah menjadi satu kesatuan dalam budaya nasional.

Latar belakang warna hijau, adalah sebagai lambang dari jamrud khatulistiwa yang telah menyatukan pulau-pulau di Indonesia. Hijau juga merupakan warna Islam bagi bangsa di dunia. Sementara warna ungu merupakan perlambang warna untuk masing-masing ornamen dari pulau besar, agar serasi dan enak dipandang.

"Pengadaan seragam batik ini bebas dari praktik KKN. Tujuannya untuk menghidupkan UKM batik yang banyak di daerah. Batik ini dibuat oleh UKM.
Hak patennya menjadi milik Kementerian Agama. Tapi perlu diingat bahwa Kemenag tidak menjual batik. Batik ini diproduksi oleh UKM-UKM dan menjualnya kepada jemaah," tegas Menag.

 

sumber: Bisnis Indonesia

foto: detikfinance

Last Updated ( Thursday, 03 February 2011 11:10 )
 

'Rumitnya' Proses Batik

E-mail Print PDF

mbatik Selama ini kita mengenal batik hanya dari melihat motifnya saja. Kalau ada pakaian dengan motif dan warna tertentu kita biasanya langsung bisa 'men-vonis' bahwa itu batik atau bukan. Namun jarang diantara kita yang bisa membedakan apakah 'batik' itu adalah batik original atau batik sablon/batik cetakan.

Sebuah busana dikatakan batik jika pada proses pembuatan motifnya menggunakan malam (lilin). Apakah prosesnya dengan menorehkan canting atau menggunakan tembaga sebagai cap asalkan menggunakan malam (lilin) maka karya itu adalah batik original.

Sedangkan yang non malam (non lilin), maka 'batik' itu adalah non original alias bukan batik. Hanya motifnya saja yang meniru motif batik.

Untuk lebih mengenal batik original ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebuah karya batik tercipta. Dengan mengetahui kita bisa membayangkan bagaimana rumitnya batik yang kita kenakan dihasilkan. Dan kita bisa menghargai dan memaklumi kalau harga yang harus kita keluarkan setara dengan panjangnya proses pembuatannya.

Proses pengerjaan batik demikian unik sekaligus rumit. Setidaknya ada 12 tahap. Tahap pertama nyungging, yaitu membuat pola/motif pada kertas. Tahap kedua njaplak: memindahkan pola dari kertas ke kain. Tahap ketiga nglowong, yaitu pelekatan malam dengan canting sesuai dengan pola.

Tahap keempat ngiseni, yaitu pemberian motif isen pada pola utama. Tahap kelimanyolet, yaitu memberi bagian tertentu dengan warna. Tahap keenam mopol, atau menutupi bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ketujuh ngelir: Pewarnaan secara menyeluruh. Tahap kedelapan nglorod, yaitu penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih. Tahap kesembilan ngrentesi: Pemberian cecek (titik) pada klowongan. Tahap ke-10 nyumti, yaitu menutupi bagian tertentu dengan malam. Tahap ke-11 nyoga, atau pencelupan kain dengan warna sogan. Tahap ke-12 nglorod, penghilangan malam dengan merendamnya di air mendidih.
Jadi masihkah kita berfikir membuat batik original itu sederhana?

sumber : pribadi, kompas

foto : kisihati
 

Apa itu Batik?

E-mail Print PDF

Sekarang ini kata batik sudah banyak dikenal di luar negeri. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagian suku gemar memakai bahan pakaian yang dihiasi pola batik ataupun kain batiknya sendiri, yang dibuat dan digunting menurut selera masing masing. Para turis asing ataupun pejabat-pejabat asing yang tinggal di Indonesia sangat gemar akan batik dan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Sesudah menyebut semuanya ini, tentu timbul pertanyaan apakah sebenarnya batik ini. Dalam karangan pendek ini dijelaskan secara ringkas tentang arti batik, cara membatik, sejarah perkembangan batik, serta pemakaian hasil batik Indonesia sekarang ini.

Arti kata batik: para sarjana ahli seni rupa, baik yang berkebangsaan Indonesia maupun yang bangsa asing, belum mencapai kata sepakat tentang apa sebenarnya arti kata batik itu. Ada yang mengatakan bahwa sebutan batik berasal dari kata "tik" yang terdapat di dalam kata titik. Titik berarti juga tetes. Memang di dalam membuat kain batik dilakukan pula penetesan lilin di atas kain putih. Ada juga yang mencari asal kata batik di dalam sumber-sumber tertulis kuno. Menurut pendapat ini, kata batik dihubungkan dengan kata tulis atau lukis. Dengan demikian, asal mula batik dihubungkan pula dengan seni lukis dan gambar pada umumnya. Bagainmana cara membuat batik itu?

Cara membatik: alat untuk membatik ialah canting. Terbuat dari bambu, berkepala tembaga serta bercerat atau bermulut, canting ini berfungsi seperti sebuah pulpen. Canting ini dipakai untuk menyendok lilin cair yang panas, yang dipakai sebagain bahan penutup atau pelindung terhadap zat warna. Sebelum pembatik melelehkan lilin di kain putih, banyak langkah yang harus dilalui dulu oleh kain itu. Perkerjaan persiapan berupapencelupan dalam minyak tumbuh-tumbuhan serta larutan soda, gunanya untuk memudahkan lilin melekat dan zat warna meresap.

Setiap kali kain hendak diberi warna lain, bagian-bagian yang tidak boleh kena zat warna ditutup dengan lilin, sehingga makin banyak warna yang dipakai untuk menghias kain batik, makin lama juga pekerjaan menutup itu. Pada taraf yang penghabisan lilin dibuang dengan merebus kain dalam air mendidih. Sesudah itu kain batik keluar dengan warna-warnanya yang indah serta pola-polanya yang terpilih.

Reference : Wolff, John U., Dede Oetomo, & Daniel Fietkiewicz. 1992. Beginning Indonesian Through Self-instruction (book 3), p. 834. Ithaca, NY: Southeast Asian Program, Cornell University

Last Updated ( Saturday, 26 May 2012 17:08 )
 

Sejarah Batik di Indonesia

E-mail Print PDF

batik solo1 Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerjaan Mataram,

Last Updated ( Tuesday, 25 January 2011 02:26 ) Read more...
 
Page 4 of 7