You are here: Home Artikel

Artikel Batik

Cara Sederhana Membedakan Batik Original dengan Batik Palsu

E-mail Print PDF

Unesco mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik pembuatan dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal dunia. Bayi digendong dengan batik bercorak simbol membawa keberuntungan. Dan yang meninggal ditutup dengan kain batik.

Batik yang diakui adalah batik yang pembuatannya menggunakan teknik tertentu, yaitu pembuatan coraknya menggunakan malam / lilin / wax.

Dan di Indonesia batik yang memenuhi syarat sebagai batik adalah Batik Tulis dan Batik Cap.

Tetapi batik yang saat ini mendominasi pasar ternyata batik palsu. Dan ironisnya mayoritas merupakan produk impor. Lebih disayangkan lagi Pemerintah seolah-olah tidak melakukan upaya apa pun untuk mengatasi ‘palsu-isasi’ batik.

Ada cara yang sederhana untuk membedakan antara batik original dengan batik palsu. Batik original, warna dan corak kain bagian luar dan bagian dalam sama warnanya. Warna bagian dalam sama tajamnya dengan bagian luar.

Batik Original

 

Sebaliknya, batik palsu warna bagian dalamnya samar-samar.

Batik Palsu

 

Nah, dengan cara yang sederhana ini sekarang kita bisa tahu apakah batik yang kita pakai adalah batik original atau batik palsu.

Last Updated ( Wednesday, 27 November 2013 13:56 )
 

Funtastic Meja Catur Batik

E-mail Print PDF

"Hai pak Abduh, teman saya suka sekali batik chess table. Dia bahagia. Meja enak sekali. Terima kasih."

Demikian testimoni pelanggan kami, istri seorang ekspat yang tinggal di kompleks perumahan mewah ekspat di Jakarta Selatan.

Bahkan karena puas dia memesan sampai 3 (tiga) buah Meja Catur Batik. Satu untuk dirinya dan dua  untuk temannya. Kemudian dia pesan 2 lagi untuk 2 temannya yang tinggal di Singapura. Dia berhasil membujuk rekan-rekannya untuk ikut memesan Meja Catur Batik. Tentu saja kami bahagia dengan testimoni dan bantuan pemasaran ini :).

Meja catur batik dibuat secara manual. Mirip seperti membatik tulis di atas kain. Bedanya adalah medianya di atas kayu. Untuk mebel batik unik ini masih jarang yang bisa mengerjakan.

Berikut sedikit kami tunjukkan bagaimana Meja catur batik dari kayu ini dibuat. Mudah-mudahan bisa membantu membayangkan langkah-langkah proses pembuatan meja catur batik.

 

 Membuat 'medan perang'

 

Membuat sketsa batik

 

 Membatik di kayu dengan canting

 

Mewarnai

 

Tolet: Memberi warna pada ruang-ruang kosong

 

Lorot: Menghilangkan malam (lilin) dengan cairan khusus yang mendidih

 

Inilah hasilnya. Meja catur batik.

Cocok untuk koleksi, hadiah, cinderamata.

 

sumber: abduh1.blogspot.com

Last Updated ( Thursday, 29 November 2012 10:25 )
 

Batik Indonesia Berdasarkan Motifnya

E-mail Print PDF

Pada awalnya batik dibuat di atas bahan berwarna  putih yang dibuat dari kapas (kain mori) . Sekarang ini semakin berkembang dengan bahan-bahan semacam sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin yang menggunakan alat bernama canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar. Dengan demikian maka cairan lilin dapat meresap ke dalam serat sebuah kain. Setelah itu, kain yang sudah berhasil dilukis dengan lilin tadi, lalu dicelup dengan warna yang diinginkan oleh si pembuat, biasanya dimulai dengan warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Kemudian Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dilorot atau dicelupkan ke dalam air mendidih dengan tujuan untuk melarutkan lilin.

Berikut adalah macam-macam batik berdasarkan motifnya atau coraknya:

Batik Kraton 

 Awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak, termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.



 

 

 

Batik Cuwiri

 

 

Merupakan motif batik yang menggunakan zat pewarna soga alam. Biasanya batik ini digunakan untuk semekan dan kemben. Juga digunakan pada saat upacara mitoni (memperingati 7 bulan kehamilan). Motif batik ini kebanyakan menggunakan unsur meru dan gurda. Cuwiri sendiri memiliki arti kecil-kecil dan diharapkan untuk pemakainya pantas dan dihormati.



 

 

 

 

 

Batik Pringgondani

 

Nama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara (Bima). Motif ini biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga-coklat, serta penuh sulur-suluran kecil yang diselingi dengan naga.


 

 

Batik Sekar Jagad

 

Salah satu motif batik khas Indonesia. Motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata “kar jagad” yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia.

 

 

 

Batik Sida Luhur

Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bisa tercapai. Motif Sida Luhur (dibaca Sido Luhur) bermakna harapan untuk mencapai kedudukan yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

 

 

Batik Kawung

 Motif Kawung berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Biasanya motif-motif Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu. Misalnya : Kawung Picis adalah motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulatan yang kecil. Picis adalah mata uang senilai sepuluh sen yang bentuknya kecil. Sedangkan Kawung Bribil adalah motif-motif kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih besar daripada kawung Picis. Hal ini sesuai dengan nama bribil, mata uang yang bentuknya lebih besar dari pada picis dan bernilai setengah sen. Sedangkan kawung yang bentuknya bulat-lonjong lebih besar daripada Kawung Bribil disebut Kawung Sen.

 

Batik Semen Rama

Dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak.

Jenis ornamen tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka.

Selain makna tersebut motif Semen Rama (dibaca Semen Romo) sendiri seringkali dihubungkan dengan cerita Ramayana yang sarat dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran keutamaan melalui delapan jalan. Ajaran ini adalah wejangan keutamaan dari Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Jadi “Semen Romo” mengandung ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat.

Batik Sida Asih

Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Makna dari motif Sida Asih (dibaca Sido Asih) adalah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama.

 

 

Batik Sida Mukti

 

Sida Mukti meruapakan motif batik yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam. Biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan. Unsur motif yang tekandung didalamnya adalah gurda. Motif-motif berawalan sida (dibaca sido) merupakan golongan motif yang banyak dibuat para pembatik. Kata “sida” sendiri berarti jadi/menjadi/terlaksana. Dengan demikian, motif-motif berawalan “sida” mengandung harapan agar apa yang diinginkan bias tercapai. Salah satunya adalah sida mukti, yang mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

 

 

 

Batik Tambal

Tambal memiliki arti tambal bermakna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak. Dalam perjalanan hidupnya, manusia harus memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lahir maupun batin. Dahulu, kain batik bermotif tambal dipercaya bisa membantu kesembuhan orang yang sakit. Caranya adalah dengan menyelimuti orang sakit tersebut dengan kain motif tambal. Kepercayaan ini muncul karena orang yang sakit dianggap ada sesuatu “yang kurang”, sehingga untuk mengobatinya perlu “ditambal”.

 

 

 

Batik Saudagaran

 

Merupakan motif larangan. Hanya kerabat keraton yang boleh memakainya. Maka kalangan saudagar  menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.




 

 

 

 

Batik Petani

 

merupakan batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.

 

 

 

 

sumber: abduh1.blogspot.com

Last Updated ( Tuesday, 06 November 2012 10:10 )
 

Mesin Pelorot Batik, Inovasi dari Pekalongan

E-mail Print PDF
 
Nglorot merupakan kata dalam bahasa jawa yang artinya menarik atau menyeret sesuatu. Nglorotmerupakan salah satu tahap dalam kegiatan membatik yang artinya melepaskan atau membersihkan malam kering (gambar) yang terdapat pada kain putih tempat membatik (mori). Selembar kain batik akan melalui proses nglorot satu kali atau lebih tergantung dari jumlah warna pada batik tersebut. Jika kita menginginkan lima variasi warna pada batik tersebut, maka lima kali pula batik tersebut akan dilorot.

Secara tradisional, nglorot dilakukan dengan menggunakan wadah berisi air panas dengan kondisi pendidihan yang konstan. Kain dicelupkan dalam wadah tersebut sehingga malam akan mencair karena terkena panas dan mengumpul serta mengapung di atas permukaan air. Malam yang mengapung tersebut kemudian dikumpulkan kembali untuk digunakan pada proses pewarnaan selanjutnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut maka Unit Teaching Factory (UTF) Surya Utama Teknika SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan menciptakan alat bantu berupa mesin pelorot batik. Mesin tersebut sangat membantu proses pembuatan batik sehingga lebih efektif dan efisien dalam operasionalnya karena mempermudah proses, mempercepat, dan harga alatnya pun relatif murah.

Alat pelorot ini dilengkapi dengan dua buah roll kerangka untuk memudahkan dalam peregangan kain batik yang dikerjakan. Dilengkapi pula dengan roll pembersih yang dilengkapi karet untuk membantu mempercepat pembersihan sisa-sisa malam pada kain yang belum terkelupas, sehingga akan menghemat waktu pengerjaan dan mampu meningkatkan intensitas pelorotan tanpa merusak kain.

Adapun keuntungan penggunaan alat pelorot ini, antara lain dapat digunakan sebagai mesin pelorot sekaligus mesin pencuci yang dilengkapi dengan kran buang. Hanya membutuhkan 1 orang sebagai operator. Proses pelorotan lebih cepat karena proses peregangan kain dan pemutaran sehingga malam  pada seluruh permukaan kain lebih mudah dibersihkan dan suku cadang yang relatif murah serta banyak tersedia di pasaran.

Spesifikasi teknik alat pelorot batik :
Panjang x lebar x tinggi   : 145 x 75 x 130 cm
Bahan frame                   : pipa kotak 4x4; 3x3
Ketebalan plat bak         : 1,2 cm
Bantalan                         : pillow bloc 6204
Roll                                : pipa 1,5” dan 1”
Handel                           : pipa 0,5”
Sabuk strip                     : 5 cm
Rol pembersih karet       : 1 cm
Pengikat                         : M12
Rantai                             : DID Std.
 
Last Updated ( Saturday, 27 October 2012 14:35 )
 

Prestasi Indonesia di Mata Dunia

E-mail Print PDF

Negeri ini akan tegak berdiri sebagai bangsa berdaulat di mata dunia jika kita menerapkan prinsip Bung Karno: “Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri”. Membangun kemandirian salah satunya adalah dengan mencintai produk dalam negeri. Tanpa kebanggan terhadap produk dalam negeri, negara kita takkan bisa bersaing dengan negara lain. 

Inilah beberapa Prestasi Indonesia hasil karya anak-anak bangsa yang membanggakan di mata Internasional :

1. “Star 50″ Buatan PT PAL Indonesia Merupakan Salah Satu Kapal Terbaik di Dunia.


Kapal “Star 50″ sepanjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter ini merupakan Kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) Erlyne 50.000 DWT (Dead Weight Tonnage/bobot mati) yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia. Merupakan salah satu kapal terbaik di dunia untuk kelas kapal berbobot mati 50.000 ton. Kapal ini sepenuhnya hasil rancang bangun putra-putri Indonesia. Star 50 menggunakan kandungan lokal 35 persen hingga 45 persen dengan bahan-bahan berkualitas tinggi dan memiliki kecepatan maksimal 14,5 knot. Setelah diuji coba di lautan, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 16,5 knot. Kualitas kehalusan bodi kapal ini tak kalah dengan kapal-kapal asing.
 
Azurite Invest Ltd, British Virgin ILand, Singapura telah memesan kapal jenis niaga ini. Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT adalah kapal kesembilan dari kapal kelas DSBC yang berhasil diekspor ke sejumlah negara. Beberapa negara yang pernah mengimpor kapal jenis ini adalah Hongkong (4 unit) , Jerman (2 unit), Turki (2 unit) dan Singapura (1 unit).
 
2. Garbarata atau Airbridge (tangga belalai menuju pintu pesawat) Pertama Kali Dibuat oleh PT Bukaka Teknik Utama, Indonesia.
 
Tahukah anda bahwa Garbarata atau Airbridge (Aircraft Passenger Boarding Bridge) pertama kali diciptakan oleh PT Bukaka Teknik Utama. Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan Garbarata yang memberikan pelayanan terhadap para penumpang pesawat terbang. 'Belalai Gajah' merupakan lorong yang menghubungkan pintu pesawat terbang dengan Airport Building (terminal keberangkatan), sehingga Garbarata berfungsi sebagai tempat berjalannya para penumpang dari Airport Building menuju pesawat dan juga dari arah sebaliknya.

Dalam proses penggunaannya Garbarata dipandang lebih baik dari penggunaan landing stair yang sebelumnya banyak digunakan. Pengoperasian alat ini menggunakan sistem elektronik yang ditunjang dengan penggunaan komputer sebagai pusat kontrol pengoperasian.

3. Seragam Serdadu NATO Diproduksi oleh PT Sritex, Solo, Jawa Tengah

Mungkin anda tidak pernah menyangka bahwa bahwa seragam militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) dibuat oleh anak bangsa. Puluhan hingga ratusan ribu anggota militer di sejumlah negara, baik Eropa, Amerika, dan Asia termasuk anggota militer dalam negeri, menggunakan seragam buatan pabrik tekstil yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo. Produk tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ini diakui telah memenuhi standar NATO sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. 

PT Sritex juga memproduksi seragam tempur, jaket, cover all, rompi, tenda, sepatu dan lain-lain. Perusahaan ini melayani pembuatan seragam militer untuk 25 negara, yakni: Indonesia, Australia, Brunei, Kamboja, Siprus, Inggris, Jerman, Kuwait, Lebanon, Nepal, Oman, Papua, Filipina, Qatar, Singapura, Somalia, Sudan, Swiss, Arab, Zimbabwe, Austria, dan Timor Leste. 

Karena masuk pasar ekspor, harga jual produk di luar negeri pun menyesuaikan. Harga rata-rata jaket militer anti infra red yang siap dikirim ke Jerman sebesar US$150 atau senilai Rp 1.395.000 (US$ 1 =Rp 9.300). Untuk penjualan di outlet Solo harga per jaket berkisar Rp 150.000. Seragam militer yang siap dikirim ke Abu Dhabi dijual dengan harga rata-rata US$300.

PT Sritex mampu memproduksi garmen sebanyak 2,5 juta set per bulan, dengan rata-rata pertumbuhan 15%-20% per tahun. Kapasitas ini naik dari kapasitas sebelum adanya perluasan industri, 1,5 juta set per bulan. Sementara, untuk produk kain, kapasitasnya mencapai 8-9 juta yard per bulan. Dan produksi benang berkisar 7.000 bal per bulan.

4. Gamelan Menjadi Kurikulum Sekolah di Di New Zealand, Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang.

Gamelan Jawa telah menjadi salah satu kurikulum tetap di New Zealand School of Music (NZSM) dengan kode mata kuliah PERF250 - Special Indonesian Gamelan berdasarkan kesepakatan kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington dengan NZSM pada tahun 1975. Kesepakatan ini ditindak-lanjuti dengan pemberian seperangkat gamelan Pelog oleh KBRI Wellington dengan status ‘pinjaman permanen’.

Jumlah mahasiswa ‘gamelan course’ tahun 2011 mencapai 23 orang. Melebihi batas maksimal penerimaan mahasiswa khususnya untuk mata kuliah PERF250 sebanyak 18 orang. Ini menunjukkan besarnya minat mahasiswa NZSM untuk mendalami seni budaya Indonesia khususnya gamelan. Jangka waktu pengajaran sangat singkat yaitu satu semester atau kurang lebih 13 minggu. Dalam kurun waktu tersebut, selain mahasiswa harus mampu memainkan sebanyak 3 gending gamelan dengan teknik menabuh yang baik, mereka juga harus mendalami teori tentang sejarah dan perkembangan gamelan.

Kepiawaian para mahasiswa tersebut ditampilkan dalam acara Ujian Akhir mata kuliah gamelan Jawa bertajuk “Heavenly Gongs : Music from Java” pada Minggu, 12 Juni 2011 lalu yang diselenggarakan di Adams Concert Room (ACR) NZSM. Acara tersebut mampu membuat kagum sekitar 200 penonton dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pengajar, masyarakat New Zealand dan Indonesia.

Festival Gamelan Dunia pertama diadakan tahun 1986 di Kanada. Setidaknya terdapat ratusan lebih kelompok ensambel dan studi gamelan di Amerika Serikat, belum lagi di negara lain. Menurut Rahayu Supanggah, penggagas Festival Gamelan Dunia tersebut, Singapura telah menjadikan gamelan sebagai mata pelajaran wajib di berbagai sekolah dasar pada hampir sebagian wilayahnya.

Di Amerika, gamelan Jawa sudah terkenal di berbagai universitas unggulan, seperti Universitas California di Berkeley (gamelan Kyai Udan Mas), San Jose University (gamelan Sekar Kembar), Lewis and Clark College (Kyai Guntur Sari), Michigan, Wiscounsin, Northern Illinois, Oberlin, Wesleyan, dan ratusan universitas terkemuka lainnya.

Di Jepang, gamelan sudah menjadi media ajar di berbagai universitas, seperti Tokyo University of Fine Art and Music dengan grup gamelannya yang bernama Kyai Lambang Sari, di Kuntachi College of Music (Gamelan Sekar Jepun), Dharma Budaya Osaka University, Hyogo University, Tokyo Osaka-Tohogakuen (semuanya college of music).

5. Gucci dan Christian Dior Menggunakan Kain Tenun Asli Indonesia Sebagai Bahan Bakunya.

Gucci ternyata menggunakan kain tenun asli Indonesia sebagai bahan bakunya. Tenun Indonesia telah dipercaya oleh pasar internasional. Tenun Indonesia dianggap sangat berharga karena handmade (buatan tangan). Itulah yang membuat brand internasional seperti Gucci mau bekerjasama dengan pengrajin tenun di Indonesia.

Namun yang sangat disayangkan justru antusiasme pasar domestik sendiri terhadap tenun tradisional masih rendah. Dahulu batik pun demikian. Namun sekarang, produksi batik telah berkembang sangat pesat.

Dan kini 2 rumah mode internasional, Gucci dan Christian Dior telah menggunakan tenun Indonesia untuk digunakan dalam produk mereka. Tenun merupakan hasil karya berupa kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. Dan tenun masih terbagi lagi menjadi songket, yang merupakan tenun dengan benang emas atau perak, kemudian ada ikat, dobel ikat, dan pakan.

Tentunya kita bangga melihat kain-kain asli Indonesia yang maha kaya dalam hal craftsmanship ini tampil di runway designer international mulai dari Milan, Paris, dan kini London. Dalam fashion week Spring tahun 2010, Frida Gianini dari rumah mode Gucci mengeluarkan koleksi cocktail dengan tema Tribal yang menggunakan Ikat (kain tenun dan motif tenun khas Indonesia terutama Sumbawa).

Burberry pun mengeluarkan koleksi Spring untuk tahun 2012 yang juga menggunakan Ikat yang menawan. Dipadu dengan fabrics yang nyaman, membuat Burberry tampil sangat khas.

Bila desainer mancanegara saja bangga menggunakan kain ikat tenun untuk ragam fashion mereka, mengapa para designer dalam negeri tidak melakukan hal yang sama? Oleh karena itu tak perlu anda jauh-jauh berbelanja fashion ke luar negeri, sebab kenyataannya bahan baku fashion mereka justru berasal dari negeri kita sendiri.


6. Tas ‘Bagteria’ Buatan Indonesia Terpampang Indah di Berbagai Etalase Mal-mal Kelas Atas di 32 Negara di Seluruh Dunia.

Tas merek ‘Bagteria’ merupakan hasil karya Nancy Go, warga Indonesia keturunan Brazil yang berhasil merambah kancah mode dunia dengan tas-tas cantiknya. Nancy bersama suaminya Bert Ng, memilih nama merek “Bagteria” yang terkesan global dan mengandung unsur humor. Hal tersebut sengaja dilakukan agar bisa memainkan citra produknya. Bagteria diharapkan terkenal seperti bakteri yang mewabah, menjadi ‘infeksi’ di seluruh dunia. Nancy den Bert mendirikan PT Metamorfosa Abadi, yang merupakan payung hukum Bagteria.

Dengan modal Rp.300 juta, pada bulan Mei 2000 mereka membuat workshop pembuatan tas dengan menyewa sebuah rumah, yang letaknya persis di depan kediaman keluarga Ng di kawasan Jakarta Barat. Saat itu, mereka hanya mempekerjakan 5 karyawan.

Nancy lahir di Sao Paulo Brazil pada tanggal 6 Januari 1963. Ia sempat disarankan untuk mendaftarkan ‘Bagteria’ di italia dan mengubah mereknya dengan kata-kata berbau Italia. Tujuan tersebut terutama masalah gengsi di mana Italia memang terkenal dengan fashionnya. Namun Nancy memutuskan untuk mempertahankan merek ‘Bagteria’ dan mendaftarkannya di Indonesia. Di Eropa dan Amerika, merek Bagteria setaraf dengan Louis Vuitton, Chanel, atau Christian Lacroix. Public figure dunia yang mengenakan tas Bagteria ini antara lain Paris Hilton, Zara Phillips (cucu Ratu Elizabeth II), Emma Thomson, dan Audrey Tatou.

Mulanya Nancy dan Bert menawarkan Bagteria sebagai produk ekspor. Sebagai langkah awal, mereka membidik Hongkong sebagai kiblat mode Asia. Nancy menawarkan bisnis dengan konsep waralaba. Di tiap negara, mereka memilih satu distributor sebagai master franchise untuk memasarkan Bagteria ke butik pilihan. Namun, ia mengecualikan Taiwan. Khusus untuk negara tersebut, Nancy melakukan bisnis secara kemitraan.
 
Untuk ukuran masyarakat Indonesia, harga jual dalam negeri yang berkisar 1 - 8 juta per tas, masih dianggap terlalu mahal. Bagteria memang menggunakan bahan baku yang unik seperti kristal swarovski, manik, payet, batuan semi-precious, hingga emas dan perak dalam ukuran milimeter semuanya dijahit secara teliti satu per satu. Selain itu bahan yang digunakan adalah bulu domba, kulit belut, piton, ostrich, kulit ikan salmon, dan gading mammoth. Bahan-bahan ini dipesan langsung ke Siberia, Islandia, dan Afrika. Nancy juga memanfaatkan bahan lokal, seperti kulit piton, kulit buaya, kerang, kayu, dan perak dari perajin Bali dan Yogya.
 
7. Kimilsungia, Bunga Nasional Korea Utara Berasal dari Indonesia 

Sejarah dipilihnya bunga nasional Korea Utara, Kimilsungia ini adalah sewaktu Presiden Korea Utara Kim Il Sung melakukan kunjungan diplomatik ke Indonesia pada tanggal 13 April 1965. Pada kesempatan itu, Presiden Indonesia Soekarno mengajak Kim Il Sung berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor, sebuah taman besar tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman. Ketika itu Kim Il Sung berhenti sejenak untuk menikmati deretan anggrek jenis “dendrobium” asal Makassar, yang sedang mekar. Melihat Kim Il Sung tertarik dengan bunga tersebut, Bung Karno langsung memberikan bunga anggrek itu kepadanya sebagai hadiah ulang tahun untuk sang tamu negara.
 
Bung Karno berinisiatif untuk memberikan nama pada bunga tersebut. Kemudian muncullah nama “Kimilsungia”, yang merupakan perpaduan nama Kim Il Sung dan Indonesia. Sejak saat itu, Kimilsungia diabadikan sebagai bunga nasional Korea Utara.
 
Kimilsungia kemudian dikembangkan di Korea Utara. Pengembangan bunga itu terus berjalan di Korea Utara. Proses budi daya di negeri itu bukan hanya menjadikan bunga itu terus tumbuh, melainkan dikembangkan menjadi lebih subur. Jika di Indonesia Kimilsunga memiliki 3 kuntum setiap tangkainya, di Korea Utara dibudidayakan menjadi 6 hingga 7 kuntum setiap tangkai.

 

8. Batik Indonesia mendunia.

Batik dengan segala keindahan coraknya telah lama memukau siapapun yang melihatnya. Tak bisa disangkal, batik sudah menjadi panutan dan membawa ciri khas Indonesia menjadi lebih dikenal diseluruh dunia. Dilihat dari sejarahnya, munculnya batik ini sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu di Indonesia, dimana dahulu batik merupakan golongan dari kesenian atau kerajinan gambar diatas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan jaman dahulu, terutama di Jawa.

Batik menjadi semakin terkenal ketika batik milik ibu Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat tinggal di Jakarta, menjadi koleksi di Museum Tekstil Washington. Pameran bertajuk “A lady found culture in its cloth: Barack Obama’s mother and Indonesian batiks” memberikan pengetahuan bagi pengunjung tentang sisi lain dari kehidupan Ann Dunham, ibu presiden AS ke-44 itu serta pekerjaaanya sebagai ahli anthropologi.

Seorang desainer batik, Nusjirwan Tirtaamidjaja, atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan Tirta telah membawa nama Indonesia ke mata dunia. Karya-karya batiknya disukai dan telah dikenakan oleh beberapa kepala negara seperti Nelson Mandela, Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Netherland, bahkan Bill Clinton.

Di Amerika pameran batik bertajuk Indonesian Batik: World Heritage di KBRI Washington. Acara itu dihadiri puluhan tamu undangan, termasuk warga Amerika yang ingin mengenal batik lebih jauh. Pameran tersebut menampilkan sekitar 60 kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Cirebon, Pontianak, dan lain-lain.

Claire Wolfowitz, isteri pejabat tinggi Amerika, Paul Wolfowitz, turut menghadiri acara peluncuran pameran itu. Ia menyebut batik sebagai seni yang indah, apalagi proses pembuatannya juga tidak mudah, sehingga harus lebih dihargai dan mendapat apresiasi. Apalagi dibutuhkan banyak waktu dan keahlian khusus untuk membuatnya. Batik adalah karya seni, bukan hanya tekstil.


9. N250, Pesawat Turboprop Paling Canggih di Dunia. Yang Pertama Menggunakan Teknologi Fly by Wire

Pada tanggal 10 Agustus 1995, N250 melakukan terbang perdana. Penerbangan ini unik dan bersejarah. Unik karena di dunia mana pun, terbang perdana adalah sesuatu yang sangat dirahasiakan. Tapi di Indonesia, Prof Habibie sangat yakin dengan keunggulan N250, sehingga penerbangan perdana dipublikasikan dengan luas. Diliput berbagai media massa. Dan penerbangan perdana ini berhasil dengan sangat baik.

Dengan terbangnya N250 pada kecepatan tinggi dalam daerah “subsonik” dan stabilitas terbang dikendalikan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi “fly by wire”, adalah prestasi nyata bangsa Indonesia dalam teknologi dirgantara. 

Dalam sejarah dunia penerbangan sipil, pesawat N250 adalah pesawat turboprop pertama yang dikendalikan dengan teknologi fly by wire. 


Untuk prestasi anak Bangsa ini Prof Habibie mendapat penghargaan berupa medali emas “Edward Warner Award – 50 Tahun ICAO”. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya “International Civil Aviation Organisation atau ICAO”, yang didirikan pada hari Kamis tanggal 7 Desember 1944 di Chicago – USA oleh Edward Warner bersama beberapa tokoh industri dirgantara yang lain.

ICAO didirikan dengan tujuan membina perkembangan Industri dirgantara sipil di dunia. Upacara penghargaan tersebut dihadiri oleh menteri-menteri perhubungan negara anggota PBB. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen 
ICAO Philippe Rochat yang didampingi oleh Sekjen PBB saat itu, Boutros Boutros-Ghali. Penghargaan ini khusus diberikan kepada tokoh yang dianggap paling berjasa dalam industri dirgantara sipil dunia.

      *****

Semoga kita bisa makin mencintai negeri kita dan bangga dengan apa yang kita miliki. Begitu banyak kekayaan alam yang terkandung di dalam perut bumi ibu pertiwi. Karena ternyata produk buatan bangsa sendiri justru diakui oleh negara-negara di dunia. Sebagai bangsa, tentunya ada kebanggaan tersendiri ketika melihat karya anak bangsa begitu dihargai di mata dunia internasional.

 

sumber: abduh1.blogspot.com

Last Updated ( Friday, 21 September 2012 09:33 )
 

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 129

Warning: Illegal string offset 'active' in /home3/sevenfol/public_html/rumahbatik.com/templates/ja_mesolite/html/pagination.php on line 135
Page 2 of 8